Inilah Penyebab Depresi dan Gejalanya, Millenials Patut Waspada. Ada beberapa penyebab depresi yang harus diwaspadai oleh kaum millenials. Depresi merupakan suatu gangguan mood atau suasana hati yang cukup mengkhawatirkan. Depresi ditandai dengan adanya perasaan sedih yang mendalam dalam jangka waktu yang cukup lama dan disertai perasaan rasa tidak peduli.

Semua orang pasti pernah murung atau tenggelam dalam kesedihan selama hidupnya. Namun, pada kasus depresi kesedihan tersebut berlangsung dalam durasi yang tidak normal. Seseorang bisa dinyatakan menderita depresi jika perasaan sedih yang mendalam tersebut terjadi selama sekurang-kurangnya 2 minggu berturut-turut.

Selain merasa sedih, depresi juga ditandai dengan perasaan tidak berharga, tidak memiliki harapan, dan tidak memiliki semangat hidup. Bahkan untuk kasus yang sudah ekstrem seseorang bisa merasa ingin mengakhiri hidup. Sebaiknya Anda mulai aware dengan penyebab depresi serta gejala-gejalanya sedari dini agar bisa segera ditangani.

Faktor-faktor yang Menyebabkan Depresi

Inilah Penyebab Depresi dan Gejalanya, Millenials Patut Waspada
Inilah Penyebab Depresi dan Gejalanya, Millenials Patut Waspada

Menurut para ahli kejiwaan, setidaknya terdapat 4 faktor utama yang menjadi penyebab atau pemicu depresi pada seseorang, antara lain:

  1. Faktor keturunan atau genetik

Menurut penelitian, faktor genetik adalah salah satu yang menyebabkan seseorang bisa mengalami depresi. Seseorang yang mempunyai anggota keluarga yang pernah mengalami depresi memiliki risiko depresi yang lebih besar. Akan tetapi tidak semua kasus depresi hanya bersumber dari faktor gen.

  1. Peristiwa traumatis

Selain faktor keturunan, penyebab depresi lainnya adalah kejadian traumatis di masa lalu. Peristiwa pahit yang menimpa seseorang dalam hidupnya bisa turut menyebabkan orang tersebut mengalami depresi. Misalnya kehilangan seseorang yang sangat dicintai, mengalami kekerasan fisik maupun psikis, masalah finansial di http://178.128.214.248, dan sebagainya.

  1. Jumlah zat kimia di otak tidak seimbang

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang depresi mengalami perubahan struktur kimiawi di dalam otak mereka. Di dalam otak terdapat zat-zat neurotransmitter yang berpengaruh terhadap kondisi psikologis manusia. Jumlah neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin yang terlalu rendah dapat menyebabkan depresi.

  1. Faktor perubahan hormon dalam tubuh

Penyebab depresi selanjutnya yaitu terjadinya perubahan hormon di dalam tubuh. Selain neurotransmitter yang tidak seimbang, perubahan hormon ternyata juga dapat memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang. Perubahan hormon bisa terjadi karena kondisi tertentu seperti pasca melahirkan, menopause, atau gangguan tiroid.

Gejala Depresi

Inilah Penyebab Depresi dan Gejalanya, Millenials Patut Waspada
Inilah Penyebab Depresi dan Gejalanya, Millenials Patut Waspada

Depresi ditandai dengan adanya beberapa gejala yang muncul pada seseorang. Misalnya gangguan tidur dan perubahan nafsu makan. Tetapi ada beberapa gejala lainnya yang umum terjadi pada orang yang mengalami depresi. Jika Anda atau orang terdekat Anda menunjukkan gejala-gejala penyebab depresi berikut, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan psikiater.

  1. Merasa tidak berharga

Seseorang yang mempunyai perasaan tidak berharga dalam dirinya bisa dibilang menunjukkan gejala depresi. Jika Anda memiliki perasaan sia-sia, putus harapan, bahkan tidak berguna dalam jangka waktu lebih dari 2  minggu. Sebaiknya konsultasikan kondisi Anda dengan tenaga professional sebagai langkah antisipasi.

  1. Mengalami gangguan tidur
Inilah Penyebab Depresi dan Gejalanya, Millenials Patut Waspada
Inilah Penyebab Depresi dan Gejalanya, Millenials Patut Waspada

Gejala lain pada kondisi depresi adalah terjadinya gangguan tidur. Bentuk gangguan tidur misalnya insomnia, tidur yang tidak nyenyak atau selalu gelisah. Terlalu banyak tidur dalam sehari juga merupakan gangguan tidur. Selain penyebab depresi, gejala gangguan tidur ini juga harus diwaspadai.

  1. Cepat lelah dan hilang energi

Gejala depresi lainnya yaitu badan selalu cepat merasa lelah. Meskipun tidak banyak melakukan aktivitas berat, tetapi tubuh kelelahan dan cepat kehilangan energi. Selain itu, kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang disukai juga bisa menjadi gejala depresi. Ketertarikan terhadap kegiatan yang menyenangkan juga hilang.

  1. Gangguan fisik

Depresi tidak hanya menyerang kondisi mental seseorang. Pada banyak kasus, depresi juga bisa berpengaruh terhadap kondisi fisik. Gangguan fisik yang dialami saat orang depresi misalnya sakit kepala, rasa nyeri tanpa sebab yang jelas, dan gangguan pencernaan. Gejala dan penyebab bisa datang dari kondisi fisik dan juga psikis.

Depresi adalah kondisi mental yang cukup serius. Perlu ditekankan bahwa diagnosis depresi hanya bisa dilakukan oleh tenaga professional, dalam hal ini psikiater. Jika Anda mengalami kesedihan yang mendalam dan disertai gejala-gejala depresi, segeralah hubungi dokter. Pahami penyebab depresi dan gejalanya demi menjaga kesehatan mental Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *